Selasa, 28 September 2010

Konsumsi Serat Kasar Pakan dan Kandungan Lemak Susu Sapi Perah Friesian Holstein Akibat Pemberian Sauropus androgynus (L.) Merr (Katu) yang Berbeda (Crude Fiber Intake and Milk Fat Content of Friesian Holstein Dairy Cow affected by Different Administrations of Sauropus androgynus (L.) Merr).

RINGKASAN

Konsumsi Serat Kasar Pakan dan Kandungan Lemak Susu Sapi Perah Friesian Holstein Akibat Pemberian Sauropus androgynus (L.) Merr (Katu) yang Berbeda (Crude Fiber Intake and Milk Fat Content of Friesian Holstein Dairy Cow affected by Different Administrations of Sauropus androgynus (L.) Merr).

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian katu kaitannya dengan konsumsi pakan terutama serat kasar dan kualitas susu terutama lemak susu sapi perah Friesian Holstein. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi mengenai pemberian katu terhadap konsumsi pakan dan kualitas susu sapi Friesian Holstein. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 22 Agustus sampai dengan 6 Oktober 2004 di CV Argasari, Desa Tegalrejo, Kecamatan Boyolali, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.

Materi penelitian yang digunakan adalah 9 ekor sapi perah Friesian Holstein laktasi kedua, bulan laktasi keenam dengan bobot badan (BB) 436 + 50,67 kg (CV = 13,02%), produksi susu 8,86 + 1,20 liter (CV = 14,58%), tepung katu dan pakan sapi berupa konsentrat (PK = 13,27%) dan jerami jagung. Imbangan hijauan dengan konsentrat adalah 40 : 60%. Peralatan yang digunakan yaitu: timbangan ternak digital merek Iconik, timbangan pakan digital merek Accura, timbangan pakan sentisimal merek SSS, takaran susu merek Scarlet dan kantong plastik untuk sampel susu. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang diberikan adalah sebagai berikut:
T0 = Jerami jagung + konsentrat
T1 = Jerami jagung + konsentrat + tepung katu (0,03% BB)
T2 = Jerami jagung + konsentrat + tepung katu (0,05% BB)
Parameter yang diamati meliputi konsumsi BK, SK, produksi susu, dan kadar lemak susu. Data yang diperoleh dihitung dengan analisis varian.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata konsumsi BK pakan T0, T1 dan T2 berturut-turut adalah 10,22; 10,70 dan 11,63 kg/ekor/hari (P>0,05). Rata-rata konsumsi SK pakan T0, T1 dan T2 berturut-turut adalah 2,29; 2,38 dan 2,59 kg/ekor/hari (P>0,05). Rata-rata produksi susu T0, T1 dan T2 adalah 7,36; 8,85 dan 9,43 liter/ekor/hari (P>0,05). Rata-rata kandungan lemak susu T0, T1 dan T2 adalah 0,208; 0,220; 0,262 kg/ekor/hari (P>0,05).

Kesimpulan dari penelitan ini adalah pemberian tepung katu tidak meningkatkan konsumsi serat kasar pakan dan kandungan lemak susu. Taraf pemberian tepung katu yang efektif masih memerlukan penelitian lebih lanjut.


Kata kunci : konsumsi serat kasar, sapi FH, lemak susu, katu

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar